Missing The Holy Land

Seminggu yang lalu ketika bangun tidur Jehan langsung bilang..

"Mommmyyyy aku mau ke Mekah lagi"

....sambil matanya masih kriyep-kriyep. Langsung doong ibunya mengharu biru anaknya pengen ke Mekah lagi. Bukan ke Universal Studio, Sydney, Paris atau London lagi tapi Mekah!. Saya jawab "Iya nanti ya Je kita ke sana lagi". Yang langsung disambut dengan "Kapan mommy? Hari apa???" :D



Beberapa hari kemudian ternyata Jehan masih tetap menagih kapan akan ke Mekah lagi. Daaan....dia langsung packing dong :). Satu backpack Hello Kitty-nya yang berukuran lumayan besar sudah terisi dengan baju-baju yang katanya untuk umrah.

Lalu dua hari lalu sempet ngobrol sama Oki pas lagi berangkat pagi bareng, "Taun depan kita bisa jalan-jalan ke mana yaa", kata saya. Jawabannya..."Pengen Umrah lagi sih". Whoaa ini ternyata sekeluarga lagi kangen sama tanah suci.



Dulu saya selalu bingung sama orang-orang yang bolak balik pergi Umrah. Ngapain sih? Kan nggak wajib? Ehh ternyata setelah mengalami sendiri baruu deh ngerti kenapa. Karena Mekah dan Madinah itu memang ngangenin sekaliii. If I could go anywhere in the world tomorrow, I would go to those two places.

There's just something about being there. Maybe it's the higher level of peace and contentment I've never felt before. Kangen suasana masjidnya. Kangen suara adzan berkumandang dan bersama-sama ribuan orang lainnya jalan kaki ke masjid di pagi buta. Kangen sholat Isya di bawah hamparan langit dan bintang-bintang. Kangen untuk nggak melakukan atau memikirkan apa apa selain sholat, mengaji dan berdoa. Kangen untuk bersimpuh, berterima kasih dan meminta maaf sambil berurai air mata :'). Kangen untuk merasa bersih dan lepas dari segala embel-embel, huru hara dan pencapaian duniawi.


Kehidupan selama umrah memang berbeda sekali dengan sehari-hari di sini. Everything revolves around praying time in Mecca and Madina. Ketika waktu sholat tiba, toko-toko pasti langsung berberes dan menutup pintu untuk bergegas ke Masjid. Siaran tivi sangat terbatas, nggak ada yang namanya majalah lifestyle. Baju juga semuanya sederhana. Sejauh mata memandang hanya ada mukena, gamis dan abaya.



Selama di sana alhamdulillah ketemu orang-orang yang baik semua dan nggak pernah dihadapkan oleh hal-hal menyebalkan. Selalu ketemu orang yang bagi-bagi snack, terutama untuk Jehan. Dari mulai dikasih apel, kopi, cookies, korma, coklat, kacang pistachio, jelly beans, roti dan masih banyak lagi sampai minjemin ipodnya. Setiap lagi ngantre sama Jehan pasti ada yang teriak, "There's a baby here",  seolah ngasih tahu orang sekitar untuk hati-hati dan memberi jalan. Kalau ke kamar kecil juga selalu didahulukan. Banyak juga yang berbagi sajadah kalau pas kebagian sholat di lantai. Banyak yang memberi tahu kalo ada gerakan yang salah, banyak yang berbagi tempat supaya muat. I was so touched by the kindness that I found around me.

To me, Mecca feels more like a European city. It's like a symbol of a modern Islam where it's ok for men and women to pray side by side. It's allowed to take pictures there and the people are just nicer. It feels more open and more welcoming. It's always busy. Always. I learned that the city that never sleeps is not New York City, it is certainly Mecca. Madina on the other hand is more organized and more strict. The city has a more community feeling where Mecca is more commercialized. It feels more mystical, especially the Rawdah that I miss so much. It was just empowering to be there, knowing this was the place where Nabi Muhammad used to live. Of course, I miss sitting around the Kabah too and looking at the millions of people circling around the Kabah. Even the kids found it amusing that they could sit there for hours.

Insya Allah bisa balik lagi ke sana yaa. And better yet, performing Hajj. I want to know how it's like to perform wukuf; a whole day full of reflection, sinking everything all in and surrendering to the master up there.

Visiting the Holy Land was indeed a magical experience, one that we'd want to experience again and again.

Share this:

,

CONVERSATION

0 comments:

Post a Comment