2 Minggu di Eropa Tanpa 3G, Bisa?


Sebelum-sebelumnya kalau bepergian, terutama yang masih sekitar Asia, atau Australia, Middle East sampai Istanbul saya nggak pernah mikir panjang soal data roaming. Namapun kerjanya di digital kan, memang harus terkoneksi terus. Dan yang namanya entrepreneur, walaupun bisa away dari day-to-day things sekali-sekali, tetap aja harus selalu menyimak what's going on, karena semuanya bergerak dengan sangat cepat di dunia digital ini. Jadi, dengan gampangnya saya pencet *266# untuk aktivasi paket roamingnya Telkomsel. 

Kalau waktu ke Amerika, sih, karena 2 minggu, saya beli nomor sana. Nah waktu ke Eropa kemaren, kan 2 minggu juga. Sempat terpikir untuk roaming, tapii Rp 250,000 perhari dikali 14 hari itu jadi 3.5 juta! Bisa dapet tas Furla Piper yang lagi sale! Ihh, nggak rela. Mau beli nomor sana tapi nggak sempet cari-cari informasi, lagipula kan akan pindah-pindah negara, gimana tuh? Duh, mikirinnya aja udah ribet.




Jadi, diputuskan untuk coba dulu dehh, mungkin paket roaming bisa diaktifkan di saat-saat genting aja. Lagipula kan biar lebih fokus liburannya, enggak dikit-dikit ngecek Instagram teruuuss. Eh ternyata beneran bisa loh, karena wifi cukup bertebaran di mana-mana.

  • Contohnya di Airport, pasti ada wifi. Walaupun saya nggak tau sih koneksinya gimana karena nggak sempet ngecek, tapi selalu ada lah tulisannya atau notifikasinya. 
  • Trus, di hotel dan Airbnb tempat saya nginap juga wifinya lancar jaya. 
  • Mc Donalds juga menyediakan wifi, jangan sedih. Jadi kalo di Brussels atau Amsterdam pipis mesti bayar, tapi wifinya gratis!
  • Selain Mc Donalds, restoran-restoran lain juga banyak yang ada fasilitas wifi.
  • Di kereta macam Thalys, Trenitalia juga ada wifinya untuk kelas-kelas tertentu. 
  • Antre masuk Anne Frank Museum memang bisa 1.5 jam sendiri..tapi mereka dengan baiknya kasih wifi sampai ke tempat parkir untuk antrean. Begitu juga di dalam museum lainnya.
  • Tempat wisata seperti Madurodam di Den Haag juga ada wifinya segala..mungkin mereka tahu ya orang tuanya suka bosan nungguin anaknya main. 
  • Kalau kita naik Hop on Jop off bus atau boat tour juga ada loh wifinya.
  • Bahkan di Printemps atau di Galeries Lafayette aja ada wifinya. Mereka paham bahwa untuk memutuskan membeli sesuatu kita perlu konsultasi sama teman dulu, atau membandingkan dengan produk/harga lain di Internet. Banyak juga yang belanjain titipan kan, jadi ya mesti bolak-balik nanya. 
  • I think I've seen more wifi signs but I couldn't recall where else. Nggak semuanya dicoba juga sih, secara ke yurep kan bukan cari wifi gratis yaa :P
So yes, I could go by just fine without being connected 24 hours. BUT, that also because my husband turned his 3G at all times (dan kadang bisa ditebengin tethering..). Kalo enggak, rasanya nggak mungkin karena kami tipe traveler yang bikin plan seadanya. Jadi selalu mengandalkan Google Maps untuk tau harus belok mana dan naik apa ke tempat-tempat yang dituju, bahkan kadang baru browsing hari itu juga untuk tempat-tempat apa yang menarik untuk dilihat. Jadi kalo kamu tipe traveler yang udah punya semua informasi dan itinerary lengkap, apalagi kalo ikut tour, rasanya nggak perlu deh. Better use the money for shopping :)). 


Share this:

CONVERSATION

0 comments:

Post a Comment