The Power of Prayer

Pernah nggak merasakan momen di mana kita sadar bahwa ternyata doa kita itu dikabulkan yaaa.

I have. And fortunately, many times. Dari doa yang cukup besar sampai doa-doa kecil yang kok kayanya kurang penting sampe minta ke Tuhan segala :D. Here's one that I want to share here in my blog.

Jadi di akhir tahun 2002 gue lagi ke rumah mertua (waktu itu masih calon, sekitar 2 minggu sebelum nikah lah). Kan pas lagi menjelang tahun baru tuh karena gue nikahnya tanggal 5 Januari. Nah di rumahnya ada banyaaakk banget parcel dan berbagai macam hadiah dari para relasinya bapak mertua. Kalo jaman sekarang orang lebih sering nyebutnya hampers kali ya. Isinya macem2, dari yang paling standard barang supermarket sampai luxury items. I wish I have pictures but I don't karena jaman dulu hape nya belum bisa buat foto-foto :D.



Waktu itu sebagai anak baru lulus kuliah yang ada di pikiran ‘Wah enak banget yaa dikirimin barang macem2 gini gak perlu beli sendiri’…trus bilang ke diri sendiri kalo nanti gue juga pengen banget bisa dikirimin banyak barang :D. Yaa shallow banget sih kalo dipikir...namapun masih muda yaaa.

Tapi untungnya pada saat itu gue juga mikir dan tau bahwa itu adalah hasil dari sebuah kerja keras. Makanya jadi bertekad untuk bisa sampai ke posisi di mana gue akan cukup diperhitungkan di industri, punya banyak relasi, punya karir/karya yang dihargai orang. Dikirimin banyak barang gratisan is of course nice tapi sebenernya yang kerennya adalah bahwa itu tanda kalau kita sudah menjadi figur yang cukup di respect di industrinya.



I guess momen itu cukup berkesan dan secara nggak disadari menuntun gw dalam melakukan sesuatu atau mengambil keputusan yang berhubungan dengan karir. Gw sampe pernah beli buku GET SLIGHTLY FAMOUS karena ya nggak bisa dipungkiri if you want to build a successful career and credibility, you need people to know you. Gak perlu statusnya jadi celebrity famous tapi just well known enough to make your name comes up on people’s mind when they are looking for something that’s within your expertise. Makanya jujur, dulu sih cita-cita banget pengen masuk majalah bisnis dan diinterview tentang perjalanan karir :D.





Fast forward ke titik sekarang..gw masih amaze sih karena I think I got what my 23 year old self wished for. Bahkan nggak perlu nunggu momen lebaran atau tahun baru, setiap hari, alhamdulillah hampir selalu terima berbagai macam kiriman sampe suka bingung mau diapain lagi. With the amount of beauty products that I have, I can survive at least the next 3 years without buying any skincare or makeup products. Masuk majalah/koran/TV jadi pembicara di mana-mana juga bisa dibilang udah nggak terhitung ya sampai banyak nolak-nolakin juga (maap ini bukan sombong yaa just stating the fact :D). Cita-cita tercapai, doa terjawab setelah melalui proses yang panjang. It took me years to get what I secretly hoped for back in the days. Mungkin dari membaca ini kalian udah bisa punya kesimpulan sendiri tentang gimana sih mimpi itu bisa terwujud…but allow me to share my own perspective….



- Kekuatan doa itu luar biasa ya. Bukan, bukan sekedar doa yang terucap karena formalitas setiap habis sholat sih, tapi doa yang memang muncul di saat-saat random namun dirasakan sepenuh hati serta diyakini seluruh jiwa dan raga.

- Doa juga mesti diiringi dengan tekad dan keinginan yang kuat untuk bisa mewujudkannya. Kita gak akan tiba-tiba didekatkan dengan doa kita karena akan dinilai juga gimana usaha kita dalam membuat harapan itu menjadi kenyataan. Ketika harapan dan usaha udah sepadan, tinggal menunggu tangan Tuhan bermain untuk membuat semuanya terasa lebih mudah.

- Doa juga harus spesifik, karena kalo kita cuma minta bisa hidup sejahtera, nggak jelas juga tolak ukur hidup sejahtera itu seperti apa. Ada lumayan banyak doa-doa sangat spesifik yang pernah gw minta dan ajaibnya banyak yang kejadian :D.

- Salah satu yang bisa dipelajari juga: everywhere you look, find the beauty and the positives out of it. Kalo kita melihat sesuatu, misalnya ada orang posting baru beli cincin berlian sebesar boba, atau baru beli rumah dan lain lain yang saat ini kita belum mampu, jangan dinyinyirin. Jadikan itu motivasi dan doa dalam hati kalo suatu saat kita juga akan sampai ke tahap itu. Nggak usah juga komen dengan jiwa #sobatmisqueen ku meronta melihat ini, plis..have some respect for yourself. You are not poor, you are where you need to be right now and you can be more as long as you don’t label/limit yourself as someone who is poor. Kasian kan, kemampuan diri kita dibatasi oleh diri kita sendiri.

- We are a product of our  our own thoughts. Semua yang kita hadapi sekarang adalah manifestasi dari apa yang pernah kita alami, harapkan, rencanakan dan imajinasikan. Sama seperti kasus gue ini. Buat gue a big part of the fun is chasing and living my own dreams. I always have goasl of what I want to achieve for the next few years. Some people just go with the flow, ya nggak papa juga, but you have to manage expectation and fully understand that sometimes the flow doesn’t move to the direction that you truly want. Jadi kalo selama ini ngerasa apa yang dikerjakan atau dicapai nggak sesuai dengan yang dipengenin, balik ke doa tadi...mungkin kita memang nggak pernah sespesifik itu mendefinisikan apa yang kita pengenin, sehingga kita juga gak tau mesti ke arah mana. 

Anyway, trus sekarang udah dapat produk terus-terusan hepi banget dong? Well I didn't know that it's also come with responsibility, but I'll save it for another post :).  Tapi lagi-lagi gue belajar dari papa mertua juga sih to never use your power for your own personal gain. Jangan mentang2 udah sering dikirimin produk trus ngerasa entitled untuk sedikit-sedikitminta kirimin, abusing the power/privileges that have been given to us. Wherever I am in my professional journey, I know I am not entitled to anything and no one owes me anything. 


Jadi, sudah berdoa apa di awal tahun ini? Jangan lupa untuk tidak cuma berdoa, tapi harus memberi energi juga terhadap setiap doa yang terucap di hati. Semoga akan banyak doa dan mimpi yang tercapai ya. Amiin :)

Share this:

CONVERSATION

0 comments:

Post a Comment