Europe Trip; Overview!

Postingan kali ini spesial banget nih karena nulisnya dari...Prague! Prague atau waktu gue masih SD taunya Praha. Hari ini hari ke empat di Praha dan hari ke 16 di Eropa. Lama yahh kali ini liburannya :D. Terakhir liburan lama itu Desember - January 2015/16 di mana kami liburan sebulan di SF & LA. Sejak saat itu jatuh cinta sama yang namanya slow traveling.

Prague



Apa sih slow traveling itu? Ada beberapa sih definisinya, tapi kalo buat gue sendiri slow travel = jalan-jalan santai, lah :D. Sering nggak sih denger cerita kalo ketika pulang traveling orang-orang justru ngerasa cape dan ngerasa butuh liburan yang stylenya lebih leyeh-leyeh? Nah biasanya hal itu terjadi karena liburannya maksimal banget, penuh dengan jadwal sightseeing, selalu buru-buru untuk pergi dari satu titik ke titik lainnya. Belum lagi kalo sering pindah-pindah kota, jadi harus sering-sering packing, ngejar kereta atau antre di airport dan lain sebagainya. Hectic banget lah. 

Nah, sejak saat itu gue nggak mau sih traveling yang bikin stress kaya gitu. Pengennya traveling itu santai, nggak terburu-buru, nggak bikin stress, nggak banyak ekspektasi. Yang penting refreshingnya dapet, bareng-bareng 24/7 sama sekeluarga dapet, pengalaman juga nambah. Khusus untuk ke Eropa memang tempting ya untuk nambahin destinasi karena dekatnya jarak ke kota/negara lain, naik kereta/pesawat juga banyak yang murah meriah. Di tahun 2010 gue pernah selama 2 minggu ke: London, Paris, Barcelona, Venice, Milan, Dubai :D. Never again :D. Setelah itu udah 2x ke London selama 10 hari lebih aja masih gak puas - puas. Ke Paris juga akhirnya bisa menikmati setelah trip yang kedua dan di sananya selama seminggu.

Munich


Anyway, ini kok preambule panjang amat. Intinya pengen aja sih share tentang travel kali ini. Pertama ya for my own record karen sekarang udah cepet lupa :D. Kedua, karena banyak banget yang nanya di DM Instagram soal trip ini. Ketiga, gue ngerasa terbantu banget dengan travel blog yang gue temu lewat Google, jadi ini semacam pay it forward lah. Siapa tau nanti ada yang bisa menjadikan tulisan gue referensi untuk jalan-jalan. It's always nice to be beneficial to someone :)

Nah, lanjut ke trip kali ini, kami memutuskan untuk ke Central Europe. Kenapa? jujur aja karena nemu tiket murah ke Munich..haha. Ada banyak banget negara di Eropa yang masih menunggu untuk dikunjungi jadi gue nggak terlalu picky sih, selama memang itu negara baru..hayo aja! Apalagi memang udah dari dulu pengen ke Prague, dan kebetulan nggak jauh dari Munich. Jadi memang sengaja pilihnya area yang deket-deket biar waktunya gak habis di jalan. 

Jadi rutenya:
- Jerman: Munich
- Austria: Salzburg, Hallstatt, Vienna
- Hungary: Budapest (Day trip dari Vienna, 2 jam nyetir)
- Slovakia: Bratislava (Day trip dari Vienna, 1 jam nyetir) 
- Czech Republic: Prague, Cesky Krumlov
- Balik lagi ke Munich sebelum pulang ke Jakarta. Rencananya sih pengen ke Fussen (1.5jam dari Munich) untuk liat Neuschwansteinstrabe Castle yang katanya dipake sebagai inspirasi castlenya Snow White. Trus juga ke Outletcity di Metzingen, ini outlet gede banget aslii! Karena sampai hari ini tripnya baru sampe Prague, jadi nggak tau deh akan ke dua tempat ini nggak pas di Munich nanti. 

Budapest


Durasi: 
- 22 hari. Menurut gue kalo lagi winter, perlu banget deh untuk spend more time di setiap kota karena kebanyakan sightseeing places/toko/restoran tutup lebih cepat, apalagi ada libur Christmas & New Year. Kaya di Austria dan Jerman itu bener-bener semuanya tutup pas Christmas (25 & 26) sama New Year. Trus di hari sebelumnya, tanggal 24 dan 31 juga buka setengah hari aja. Ohh, trus hari Minggu juga tutup kan :D. Karena winter juga lebih cepat gelap jadi kita nggak bisa menikmati outdoor sepanjang hari. Trus kalo cuaca lagi gak mendukung, entah salju atau hujan, pasti acara jalan-jalannya akan lebih tersendat. Beberapa transportasi/atraksi, kaya naik funicular misalnya, suka ditutup sementara kalo anginnya lagi kencang. 




Transportasi:
- Kalo pesawat sih naik Etihad: Jakarta - Abu Dhabi - Munich. Enak lah rutenya, plus transitnya juga hanya sekitar 3.5 jam. Tiketnya waktu itu beli di Traveloka. 
- Untuk domestiknya, kami sewa mobil dari Enterprise. Oki memang seneng banget nyetir dan ini pertama kalinya kami road trip antar negara. Biasanya antar kota aja. Dan ternyata, menyenangkan banget siih nyetir di sini. So far lancar sih alhamdulillah. Sewa mobilnya dari Enterprise, diambil di airport Munich. Untuk bisa sewa mobil di sini perlu ada SIM International yang mesti dibikin di Indonesia. Itu aja, sih. Parkir waktu di Salzburg dan Vienna sih gampang kalo mau pergi ke city centernya, tapi selama di Prague agak susah karena lebih padat kotanya. Makanya selama di Prague mobilnya di parkir aja. 
- Karena kami senengnya slow travel dan suka seenaknya dewe, jadi cocok banget sih sewa mobil karena nggak terpaku dengan jadwal kereta dan terburu-buru, nggak harus mikirin transportasi ke dan dari stasiun juga. Trus bonusnya bisa nyetir lewat desa-desa cantik. Oh ya sama trip2 yang day trip juga bisa disesuaikan harinya sesuai dengan mood. 



Itinerary:
- Balik lagi, karena tipenya slow travel, kami nggak pernah tuh punya itinerary lengkap. Jadi maaf yaa yang nyari itinerary lengkap gak akan nemu di sini. Untuk trip ini gue cuma bikin kaya screenshot di atas aja dan di kirim ke grup keluarga, biar anak-anak nggak bolak balik nanya, 'Kita kapan ke kota A? Kita sampe kapan sih di sini?' :D. 

- Tapi tentunya sebelum bikin schedule di atas, gue udah ada gambaran kira-kira butuh berapa hari di kota A, B, C.  Biasanya gambarannya dari Google aja sih, sesimple nyari '3 days in Vienna' '24 hours in Vienna' gitu misalnya. Dari situ bisa kebaca lah kira kira 24 jam atau 3 hari cukup nggak di Vienna. Biasanya rules of thumb gue, kalo kota besar kaya Vienna, Prague itu minimal 3 full days. Kalo ditambah arrival and departure berarti totalnya 5 hari. Dan ini pasti padat banget ya jadwalnya apalagi kalo kita mau pergi ke castle/museum yang besar-besar banget dan bisa 3-4 jam di situ. Beberapa kota kecil kaya Cesky Krumlov, Bratislava, Hallstatt itu bisa banget sih day trip aja. Kalo Budapest sebenernya lumayan besar dan nggak cukup untuk day trip, but that's all we can do this time. 

- Biasanya sambil googling2 gue juga list down must visit placesnya. Di list down aja semuanya berdasarkan kategori kaya: Museum, historical landmarks, shopping (tetep!). Jadi benar-benar bentuk list aja, gak dijadwalin kapan harus ke tempat tersebut. Biasanya nanti random aja sih malam sebelumnya atau pas baru nyampe di kota tersebut baru googling2 lagi supaya ada gambaran besoknya mau ke mana aja :D. Di sini biasanya baru di atur kaya 'Kita harus ke Prague castle dulu karena ternyata dia tutup jam 4', atau 'Farmers marketnya tutup kalo hari Minggu jadi kita harus ke sana hari Sabtu' misalnya. 

- Oh ya untuk nyusun itinerary ini nggak semua top atraksinya kami datengin kok. Paling yang wajib-wajibnya aja kaya ke Prague masa siih nggak ke Charles Bridge. Sisanya disesuaikan aja sama minatnya. 
-- Kaya kami nih, senangnya kalo jalan-jalan itu liat kantor-kantor startup/perusahaan yang aspirational lah. Jadi kaya misalnya ke Salzburg kemaren, Oki pengen banget liat kantornya Redbull, dari mulai Arenanya, Media Housenya sampai HQnya. 
-- Oh ya kami juga senang liat universitas-universitas bagus, kaya ke Cambridge/Oxford. Apalagi kalo ke Amerika, banyak banget lah yang didatengin. Buat kami, traveling juga kaya mendekatkan kami sama mimpi-mimpi kami, biar tambah semangat untuk berkarya. 
-- Ohhh trus satu lagi, Jibran kan suka banget bola. Jadi waktu di Munich ya udah pasti ke Allianz Arena. Waktu dulu ke Milan ke San Siro, Barcelona ke Camp Nou dan lain-lainnya. 
-- Gue udah pasti ke beauty store dan kalo ada kantor beauty brand juga pasti gue samperin. Sekedar liat dari luarnya aja udah seneng banget. 
-- Trus karena gue sama Oki seneng ngopi, udah pasti selalu Googling 'Third wave coffee Vienna, Specialty coffee Prague, etc". 
-- Selain itu kami berdua juga senang ke pasar dan jajan di Christmas Market! Kami juga seneng foto-foto jadi sering googling 'Best view of Prague' misalnya. 

Jadi, jangan terpaku sama itinerary yang udah dibuat orang karena kita kan punya minat yang berbeda. Nggak papa banget kalo cuma mau liat-liat castle dan jalan2 di gardennya tanpa masuk ke dalam, daripada buang-buang uang dan waktu trus nggak ngerti pula sejarahnya gimana. Oh ya trus pengalaman gue, kalo anak kecil justru happy banget kalo bisa di luar, duduk-duduk di taman, main di playground, kasih makan burung..jadi jangan lupa alokasiin waktu untuk hal-hal seperti itu ya. 

Dari jadwal yang gue bikin di atas itu,  ada beberapa juga yang berubah kaya misalnya:
- Ke Hallstattnya gak jadi pas on the way ke Vienna, malah di tanggal 21
- Ski resortnya gak kesampean jadinya karena kan cuma 2 full day di Salzburg, 1 hari dipake ke Hallstatt dan 1 lagi dipake keliling Salzburg.
- Tanggal 23 itu juga jadinya kami ke Bratislava untuk dinner dan grocery shopping :D, soalnya di Vienna dan seluruh Austria tutup karena hari Minggu!
- Ke Budapestnya jadinya tanggal 26.
- Ke Cesky Krumlov nggak jadi setelah dari Prague, justru pas otw ke Prague dari Vienna.

Lumayan kan banyak yang berubah, yang jelas sih untuk base nya (kota menginap selama trip ini) dan berapa lama di kota A, B C nggak ada yang berubah karena kan airbnbnya udah dipesan, yang berubah yang day trip aja. 



Beberapa hal tambahan niih yang kali aja berguna:
- Gue apply visa Schengennya lewat kedutaan Jerman. Ada pros & consnya sih. Pros nya dapet jadwal interviewnya lumayan cepat, kalo gak salah ada yang available di 3-4 hari ke depan. Trus karena langsung lewat kedutaannya, gak lewat VFS jadi lebih murah biayanya, visanya juga cepat jadinya hanya 1 minggu dan kita langsung tau dapet enggaknya. Consnya, webnya ribet dan jadul sungguhh emosi jiwa waktu cari info dan bikin appointmentnya. Trus lumayan lama pas hari H nya, 2 jam aja dong nunggunya, padahal udah ada jam appointmentnya. Trus yang ngeselinnya lagi, mereka lumayan pelit untuk ngasih visanya :D, masa gue dikasih visanya benar-benar dari tanggal kedatangan dan berangkat! Tega nggak siihh? Kalo misalnya nanti ada kejadian pesawat di delay sampai ke hari berikutnya, atau gue sakit misalnya di sini (jangan sampe!) gimana tuh, nggak bisa stay dong karena visanya udah abis. Apalagi mengingat udah beberapa kali ke Eropa, Inggris dan Amerika masa siih segitu pas-pasannya ngasih visa. Sedih akutuu!

- Gue pikir kalo negaranya termasuk European Union akan pake Euro semua tapi ternyata Hungary masih pake mata uangnya sendiri namanya Forrint. Czech Republic juga masih pake Koruna. Waktu di Budapest nyoba ambil di atm pake kartu debit BCA nggak bisa nggak tau kenapa, jadi harus tuker uang (banyak kok money changernya). Di beberapa tempat yang memang penuh turis kaya toko suvenir, major attraction sih terima Euro tapi lainnya enggak. 

- Gue pake SIM CARD UK, belinya di Tokopedia, dapet 24GB untuk 1 bulan dengan harga 600rb. So far lancar banget sih, dan enak karena di pesawat tinggal ganti SIM CARDnya, begitu turun langsung udah terkoneksi nggak perlu setting apa-apa lagi. Search aja di Tokopedia 'SIM CARD Eropa' banyak kok pilihannya.

Apalagi yaa? Itu dulu kali yaa. In the meantime kalo ada yang mau ditanyakan silakan :-)

Share this:

CONVERSATION

0 comments:

Post a Comment