ternyata, ada juga ya orang yang tidak bisa menerima atau percaya akan adanya sincerity, yang selalu mengganggap bahwa orang yang berbuat baik itu pasti karena ada maunya. kenapa ada yang seperti itu ya? apa karena terlalu defensive dengan apa yang dia punya? apa karena takut kalo sewaktu waktu nanti di minta pertolongan balik sama yang pernah nolongin? kenapa harus seangkuh itu sih, bukan kah seharusnya kita seneng kalo bisa nolong orang? paling enggak kan beberapa jenak dari hidup kita ada gunanya juga untuk orang lain dan pastinya yang di tolong akan sangat berterima kasih dan menghargai pertolongan kita itu kan?..

ternyata, sebenernya hampir semua orang itu pada dasarnya baik ya. people are only mean when they feel threatened. tapi yang lucu, justru seringnya orang merasa terancam karena perasaannya sendiri yang terlalu melebih lebihkan, terlalu paranoid, bukan karena benar benar di ancam secara explisit oleh orang lain. tapi cuma ulah permainan perasaannya sendiri saja yang menjadikan mereka merasa perlu untuk bersikap defensive. they always feel that people are out to get them, they feel the whole world is conspiring against them. jadi hati mereka pun tertutup untuk orang lain.

ternyata, masih ada ya orang yang nggak bisa untuk letting go of old perception, dan terlalu berpikiran sempit untuk bisa membuka mata akan kenyataan yang dia liat sekarang. selalu meng exploit sisi jeleknya, padahal kebaikan orang itu pada dirinya sudah jauh lebih banyak lagi. tapi di lupakan begitu saja. i guess some people are just blinded by hatred. kenapa ya orang gampang untuk percaya aja kalo denger cerita cerita jelek tentang orang lain? padahal cerita cerita yang di dengar ada yang berakar dari generasi generasi sebelumnya dan jelas masih harus di pertanyakan kebenarannya. kenapa sih susah sekali untuk membuka lembaran baru? is it that hard to not look back all the time and move on? kenapa sih kok hatinya penuh kebencian gitu, what do you get for holding all that grudges, really? as far as i know, it drains your energy and it makes you more vulnerable and it's also counter productive because as long as you keep a person down, some part of you have to be down there to hold him/her down, so it means you cannot soar as you otherwise might. i truly believe in that.

hmmmpphh......

ternyata benar ya kalo appearance is indeed deceptive. i should have known better.

ternyata, it takes a real courage and a big heart to keep the facts in your mind, and not reveal them to other people the overwhelming evidences that are presented even though sometimes you feel the right and the need to defend yourself and set some facts straight and let those who need to know realize what's actually been happening behind the scenes. well..time will tell and the truth will prevail. you know yourself and your true intention..and you know the master up there reads your mind and knows who you really are in the inside...and that's what matter the most.

Share this:

CONVERSATION

2 comments:

  1. To forgive is to forget, but in reality, it's not an easy thing to do... Orang yang mengalami sendiri kepahitan itu ngak mungkin bisa segampang itu ngelupain n maafin semuanya... Emang sebelnya kalo sebenernya dia uda diperlakukan baik tanpa niat jelek apa2 tapi dia masih mikirnya pasti ada apa2... tapi yah sutra lah, ga perlu juga urusan ma orang2 kayak gitu...

    ReplyDelete
  2. i forgive, but i don't forget, hehe..ya pastinya sih nyoba ngelupain yah but it won't be instantly, nggak ngelupain nggak pa pa asal jangan jadi di ungkit ungkit terus aja.anyway, iya gue bisa ngerti kok orang yang hold grudge over a really important matter, masalah yang bener bener serius bikin sakit hati gitu, tapi kalo dendam gara2 hal yang dia juga nggak tau tau banget? plis dong ahh, jadinya kaya israel palestina gitu..ribut ribut terus padahal akar permasahalahannya juga nggak jelas. mendingan kan buka lembaran baru aja kan..=)

    ReplyDelete