Are You a Cardio Bunny?

Sebelum saya jadi tertarik dengan olahraga, saya nggak begitu mengerti dengan perbedaan jenis olahraga yang ada dan juga tujuannya. Nggak ngerti mana yang high impact, mana yang low impact. Nggak tau ada aerobic exercise ada yang anaerobic. Atau mana yang lebih efektif untuk fat loss. Bahkan nggak ngerti juga bedanya weight loss dan fat loss. Makanya untuk saya dulu itu olahraga ya lari, zumba, renang, yoga dan yang umum-umum lainnya.



Ternyata, olahraga itu ada yang aerobic ada yang anaerobic. Kalo aerobic itu seperti jalan, lari, berenang..basically olahraga yang sangat menggunakan oxygen to  fuel the muscle. Bagus untuk jantung karena akan membantu jantung memompa darah lebih efisien dan efektif. Bagus juga untuk paru-paru dan menurunkan risiko terkena diabetes dan darah tinggi. Nah, aerobic exercise ini juga biasa disebut cardio.

Cardio atau olahraga apapun pastinya menyehatkan. Ya daripada sama sekali nggak olahraga, kan? Tapi ternyata menurut PT saya, baik yang sekarang ataupun PT-PT yang dulu, too much cardio is not a good thing. Selama olahraga dengan PT, hampir tidak pernah saya melakukan cardio selain untuk pemanasan. Atau kalaupun ada ya diselipkan di antara strength training.

Kenapa too much cardio itu nggak bagus? 



Karena bisa memakan otot kita, dan merusak metabolisme. When it comes to cardio, more doesn’t  necessarily better. Makanya banyak yang sudah sangat intense melakukan cardio tapi masih ada lemak yang bergelambir, walaupun beratnya sudah turun. Kalau dalam dunia fitness, istilahnya adalah ‘skinny fat’.

Nah kalau anaerobic adalah strength training. Strength training ini membantu develop muscle mass, memperkuat tulang dan juga mempercepat metabolisme dan menurunkan body fat.  Strength training bukan berarti angkat beban yang berat lho. Bisa mulai dengan yang ringan-ringan aja atau bahkan tidak menggunakan beban sama sekali. Strength training lebih efektif untuk fat loss karena badan akan terus-terusan membakar kalori sesudah latihan selesai. Dengan bertambahnya muscle mass juga akan mempermudah fat loss karena otot itu membakar lemak.

Jadi yang bagus olahraga jenis apa dong? Well, tergantung dengan tujuannya apa dulu :D. Makanya enaknya olahraga dengan PT ya dia bisa design program sesuai dengan tujuan kita. Tapi, kalau dari pengalaman saya yang paling ok adalah menggabungkan kedua jenis olahraga itu, persis seperti yang dianjurkan PT saya. Yang dimaksud dengan gabungan itu bisa bergantian aja misalnya hari ini strength training, besok cardio tapi bisa juga dalam bentuk circuit training, seperti yang dilakukan PT saya.

Apa itu circuit training? Basically alternating aerobic activity with an anaerobic exercise. Biasanya latihannya pendek-pendek:
-       10 rep pushup
-       10 lunges for each leg
-       15 rep squat jumps


Hanya tiga latihan itu selama 10 menit sebelum lanjut ke circuit berikutnya. Seru lah pokoknya karena seperti berpacu dengan waktu dan benar-benar membuat heart rate naik. Dijamin besoknya meringis ketika harus memakai sepatu hak tinggi :D

Share this:

CONVERSATION

3 comments:

  1. iya ka, sy baru 3 kali ikut kelas circuit training... dan selalu sukses sakit badan. katanya kalau badannya terasa sakit bagus y karena ototnya mulai 'bangun' :)

    ReplyDelete
  2. Gimana-gimana, udah berotot dong sekarang? Lama-lama jadi nagih deh rasa sakitnya :D

    ReplyDelete
  3. Start Now - Walk or ride the bike around the neighborhood now. Follow that aerobics video you purchased. Set a goal and follow that goal. At the same time, modify your diet too. Eat healthy food.
    intra workout amino fuel

    ReplyDelete